Sunday, September 27th, 2015 | Author:
  1. Pengertian Bumbu dan Rempah

Bumbu adalah proses menyampaikan rasa atau meningkatkan rasa dari masakan. Bumbu termasuk bumbu dan rempah-rempah yang dengan sendirinya disebut “bumbu”. Bumbu atau “herb” adalah tanaman aromatik yang ditambahkan pada makanan sebagai penyedap dan pembangkit selera makan. Herb sebagian besar terdiri dari tumbuh-tumbuhan yang bersal dari daerah dingin, dan biasanya digunakan dalam keadaan masih segar. Namun, Larousse Gastronomique menyatakan bahwa “ke musim dan rasa bukan hal yang sama”, menegaskan bahwa bumbu termasuk sejumlah besar atau kecil garam yang ditambahkan ke preparat. Garam dapat digunakan untuk menarik keluar air, atau untuk memperbesar rasa alami dari makanan sehingga lebih kaya atau lebih halus, tergantung pada piring. Prosedur jenis ini adalah mirip dengan menyembuhkan. Sebagai contoh, garam kasar (garam kasar-grained) digosok ke dalam ayam, domba dan sapi untuk melunakan daging dan meningkatkan rasa. Bumbu lain seperti lada hitam dan kemangi mentransfer beberapa rasa untuk makanan. Sebuah hidangan yang dirancang dengan baik dapat menggabungkan bumbu yang saling melengkapi.

Rempah-rempah atau “spices” merupakan tanaman aromatik yang dibubuhkan pada makanan, sebagai penyedap dan pembangkit selera, pada umumnya jenis tumbuh-tumbuhan tersebut mengandung substansi yang sangat membantu kelenjar-kelenjar pencernaan dan meningkatkan rangsangan/nafsu makan. Spices sebagian besar tumbuh di daerah tropik dan banyak dimanfaatkan dalam pengolahan makanan untuk memberi rasa pada makanan. Rempah dapat juga dikatakan bumbu kering.

Secara fungsional, bumbu dan rempah artinya sama karena sama-sama memberikan rasa dan aroma yang khas pada makanan. Bedanya, rempah adalah  istilah untuk masing-masing jenis bahan yang berasal dari tanaman, sedangkan bumbu adalah istilah untuk ramuan dari beberapa rempah untuk pemberi rasa dan aroma pada masakan.Yang termasuk bumbu bukan saja rempah (yang berasal dari bagian tanaman baik dalam bentuk segar maupun kering), tetapi juga bahan olahan pemberi rasa dan aroma seperti kecap, garam, gula, cuka, taoco, mirin, kecap ikan, ebi, dan lain-lain. Fungsi bumbu adalah untuk memperkaya rasa masakan sehingga terasa harum, manis, asin, gurih, asam atau pedas.

Rempah dalam dunia gastronomi eropa identik dengan sesuatu yang eksotis karena berasal dari belahan dunia bagian timur (dari bagian timur tengah sampai maluku) dan amerika latin, sungguh banyak jenisnya. Rempah tidak hanya berasal dari tanaman bagian rimpang (akar yang membesar) seperti kunyit atau lengkuas, tetapi juga dari bagian biji, buah, daun dan bahkan kulit batang. Jika berbicara tentang rempah, pada zaman dulu, rempah (baik dalam satuan maupun yang sudah dalam bentuk bumbu), disamakan dengan kekayaan. Masih ingat  dengan penjelajahan Colombus mencari dunia baru? tujuannya adalah mencari daerah penghasil rempah untuk diperdagangkan. Berbeda dengan sekarang, kini rempah sudah lebih mudah didapat dan tidak terlalu mahal sehingga memudahkan ornag untuk bereksperimen dengan resep-resep dari mancanegara lainnya.

Menyadari hal itu perlu diketahui bagi kita semua bahwa rempah-rempah itu merupakan bahan makanan yang sehat dan bergizi, rempah-rempah memiliki kandungan gizi besar manfaatnya bagi tubuh kita. Pengetahuan yang benar akan kandungan gizi (mutu) rempah-rempah sangat membantu kita semua untuk memilih trempah-rempah yang tepat bagi kesehatan diri dan keluarga. Pentingnya kita mengetahui mutu pada rempah-rempah yaitu mendorong kita semua untuk meningkatkan konsumsi rempah-rempah dengan lebih teliti.

  1. Jenis-jenis Bumbu dan Rempah-rempah

Bumbu dapur yang berasal dari daerah dingin, yang diperdagangkan di Indonesia, sebagian besar sudah diawetkan dalam bentuk kering atau bubuk (powder). Bumbu dapur dapat dikelompokkan menjadi enam kelompok berdasarkan pada bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bumbu.

Jenis- jenis herb dan spices

  1. Bumbu dari bunga
  • Cengkeh (cloves)

Cengkeh memberikan sensasi hangat dan wangi. Masakan yang menggunakan daging umumnya menggunakan cengkeh. Kue bolu, nastar, dan beberapa kue kering lainnya, juga menggunakan cengkeh untuk tambahan rasa.

  • Lawang/ pekak

Salah satu jenis rempah berbentuk bunga berwarna cokelat tua, dan biasa digunakan untuk memberi rasa gurih pada masakan Cina dan Indonesia. Dijual dalam bentuk kering. Hanya dengan beberapa kelopak saja rasanya sudah cukup kuat.: Cakar ayam bumbu merah.

  • Telang

Di zaman modern, bunga telang jarang terlihat atau digunakan di luar negeri dapur mengekstraksi warna bunga memakan waktu dan banyak yang dibutuhkan hanya untuk pewarna dalam jumlah kecil makanan.

  • Kecombrang

Kecombrang dapat dimanfaatkan dengan memasak daun muda dan bunganya dimakan sebagai teman makan nasi. Di daerah tertentu kecombrang biasa dimasak sebagai sayur lodeh.

  1. Bumbu dari buah dan biji
  • Adas (Anisud)

Adas telah lama dikenal sebagai salah satu komponen pengobatan tradisional. Minyak adas yang dikandung bijinya menjadi salah satu komponen minyak telon.

  • Asam (Tamarin)

Asam yang berwarna kuning banyak digunakan dalam pembuatan jamu sedangkan asam yang berwarna coklat biasanya digunakan untuk campuran bumbu dalam pengolahan hidangan, terutama yang berasal dari ikan, ayam, daging, telur dan sayuran dan dapat juga digunakan sebagai pengawet makanan.

  • Bunga Pala (Mace)

Bunga pala dapat digunakan dalam pembuatan sponge cake, pound cake, isi kue sus yang berasa gurih seperti ragout.

  • Biji Pala (Nutmeg)
  • Cabai kecil (Cayenne)

Salah satu jenis cabai yang berbentuk kecil, kulit keriting, bijinya padat, ada yang berwarna merah, kuning, oranye, hijau dan rasanya pedas.

  • Cabai Besar (Red chilli)

Salah satu jenis cabai yang berbentuk besar, berwarna merah, kulitnya tebal licin, brbiji sedikit dan rasanya agak manis.

  • Kemiri (Candlenut)

Salah satu jenis bumbu yang berbentuk bulat agak lonjong dan berwarna putih ke kuning-kuningan yang biasa di pakai dalam hampir semua masakan Indonesia dari bahan telur, seperti saus untuk gado-gado.

  • Ketumbar (Corriander)

Ketumbar termasuk tumbuh-tumbuhan yang berbunga tabir, bijinya utuh, kulit agak kasar, berwarma kuning tua, lebih ringan dari lada, digunakan dalam pembuatan sup, bubuk kari (curry) dan juga dapat digunakan untuk ramuan obat tradisional.

  • Jintan (Cumin)

Jintan merupakan buahdari tanaman yang sudah dikeringkan. Rempah ini sangat populer di Mexico dan afrika. Jintan berbentuk seperti padi/gabah, rasanya pedas, berwarna hitam, kuning dan kecoklatan.

  • Kapulaga (Cardamon)

Ada dua jenis kapulaga yaitu bentuk panjang dan bulat, berwarna hitam dan putih. Buah yang sudah masak dijemur, sebaiknya daging buah tidak sampai lepas dari biji, supaya aromatiknya tersimpan baik.

  • Lada putih (White pepper)

Lada putih berkulit keras dan permukaannya licin. Butiran lada putih lebih besar dari butiran lada hitam dan rasanya lebih pedas. Untuk mendapatkan lada putih dilakukan pemanenan sewaktu lada sudah tua yang ditandai warna kulit hijau tua.

  • Lada hitam (Black pepper)

Lada hitam berkulit keras dan berkerut, biasanya dijual dalam bentuk utuh maupun bubuk. Untuk mendapatkan lada hitam dilakukan pemanenan sewaktu lada masih muda dan berwarna hijau muda.

  • Vanili (Vanilla seed)

Vanili adalah tanaman sejenis anggrek yang merambat, bentuknya bulat panjang menyerupai buncis, berwarna coklat kehitam-hitaman dan beraroma tajam.

  • Biji selasih (Poppy seed)

Biji selasih atau yang lebih dikenal dengan sebutan poppy seed adalah biji minyak yang diperoleh dari opium poppy (Papaver somniferum). Poppy seed biasa digunakan sebagai hiasan roti.

  1. Bumbu dari daun
  • Daun jeruk (Citrus leaf), jeruk (limau/limo) purut, jeruk sambal, atau jeruk pecel (Citrus x hystrix DC.) merupakan tumbuhan perdu yang dimanfaatkan terutama buah dan daunnya sebagai bumbu penyedap masakan. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai kaffir lime, sementara nama lainnya adalah ma kruut (Thailand), krauch soeuch (Kamboja), ‘khi’ ‘hout (Laos), shouk-pote (Burma), kabuyau, kulubut, kolobot (Filipina) dan truc (Vietnam). Dalam dunia boga Asia Tenggara penggunaanya cukup sering dan rasa dari buahnya yang masam biasanya digunakan sebagai penetral bau amis daging atau ikan untuk mencegah rasa mual, seperti pada siomay. Ikan yang sudah dibersihkan biasanya ditetesi perasan buahnya untuk mengurangi bau amis. Daun jeruk purut juga banyak dipakai. Potongannya dicampurkan pada bumbu pecel atau gado-gado untuk mengharumkan. Demikian pula dalam pembuatan rempeyek, potongan daunnya dicampurkan pada adonan tepung yang kemudian digoreng. Di Thailand, daun jeruk purut sangat populer dalam masakannya. Tom yam dan tom khaa, 2 makanan berkuah yang sangat populer menggunakannya. Menu dari Kamboja, Semenanjung Malaya, Pulau Sumatra, Pulau Jawa dan Pulau Bali juga menggunakan daun jeruk purut sebagai pengharum masakan. Sebagai bumbu masak, daun maupun buah jeruk purut sukar dicari penggantinya. Kulit jeruk nifis dapat dipakai apabila terpaksa. Daunnya dapat dikeringkan untuk dipakai pada waktu mendatang namun hanya bertahan kurang dari setahun. Cara pengawetan lain yang lebih awet adalah dengan dibekukan. Beberapa wewangian juga memakai minyak jeruk purut (diperoleh dari daun atau kulit buahnya) sebagai komponenya. Karakteristik minyak daunnya terutama didominasi oleh minyak atsiri (-)-(S)-citronelal (80%), sisanya adalah citronelol (10%), nerol dan limonena. Jeruk purut istimewa karena pada jeruk-jeruk lainnya yang mendominasi adalah enantiomernya, (+)-(R)-citronelal (juga dapat ditemukan pada serai). Kulit buahnya memiliki komponen yang serupa dengan kulit buah jeruk nipis, dengan komponen utama adalah limonene dan β-pinena.

Macam-macam daun jeruk yang dipakai adalah daun jeruk purut dan daun jeruk nipis. Daun jeruk berwarna hijau, mempunyai bau yang khas, rasanya getir dan dijual dalam keadaan utuh dan segar.

  • Daun kemangi (Basil leaf), kemangi adalah terna kecil yang daunnya bisa dimakan sebagai lalap. Aroma daunnya khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau. Daun kemangi merupakan salah satu bumbu bagi pepes. Sebagai lalapan, daun kemangi biasanya dimakan bersama-sama daun kubis, irisan mentimun, dan sambal untuk menemani ayam atau ikan goreng. Di Thailand ia dikenal dengan nama manglak dan juga sering dijumpai dalam menu masakan setempat. Kemangi adalah hibrida antarspesies antara dua spesies selasih, Ocinum basillicum dan americanum. Ia dikenal juga sebagai O. basillicum var. anisatum Bent. Aroma khasnya berasal dari kandungan sitral pada daun dan bunganya. Sebagai bagian dari keluarga selasih, kemangi dapat mengandung estragol, senyawa yang diketahui karsinogen (pemicu kanker) pada mencit walaupun pengujian efek pada manusia belum dilakukan, penggunaan berlebihan selayaknya dihindari. Daun kemangi merupakan tanaman yang mudah sekali tumbuh dimana saja. Daun kemangi juga dikenal dengan nama daun ruku-ruku yang berfungsi sebagai bumbu dalam masakan seperti lalapan dan masakan Manado.
  • Peterseli (Parsley), peterseli (Petroselinum crispum) merupakan sebuah tanaman yang berwarna hijau dan cocok digunakan sebagai makanan dalam bentuk biji. Tanaman ini sebagai makanan banyak mengandung zat gizi. Biasanya cocok digunakan dalam bahan makanan seperti pizza dan spaghetti. Digunakan sebagai minyak, akar, dan sebagainya.

Bentuk daun peterseli hampir sama dengan daun seledri tetapi daun peterseli menyerupai daun wortel, daun peterseli lebih keriting dan berwarna hijau jika dibandingkan dengan daun seledri. Peterseli biasa digunakan untuk sup dan garnish hidangan.

  • Daun salam (bay leaf), salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel, sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzgium polyanthum. Daun salam digunakan terutama sebagai rempah pengharum masakan di sejumlah negeri di Asia Tenggara, baik untuk masakan daging, ikan, sayur mayur, maupun nasi. Daun ini dicampurkan dalam keadaan utuh, kering ataupun segar, dan turut dimasak hingga makanan tersebut matang. Rempah ini memberikan aroma herba yang khas namun tidak keras. Di pasar dan di dapur, salam kerap dipasangkan dengan laos alias lengkuas. Kayunya berwarna coklat jingga kemerahan dan berkualitas menengah. Kayu yang tergolong ke dalam kayu kelat (nama perdagangan) ini dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Kulit batang salam mengandung tanin, kerap dimanfaatkan sebagai uber (untuk mewarnai dan mengawetkan) jala, bahan anyaman dari bambu dan lain-lain. Kulit batang dan daun salam biasa digunakan sebagai bahan ramuan tradisional untuk menyembuhkan sakit perut. Buah salam dimakan orang juga, meski hanya anak-anak yang menyukainya

Daun salam merupakan tanaman yang diambil bagian daunnya. Daun yang digunakan biasanya daun yang sudah tua, daun salam lebih besar dari bay leaf, berwarna hijau segar dan berbentuk pipih lonjong. Daun salam biasanya digunakan untuk bermacam-macam masakan dan dapat juga digunakan untuk obat kencing manis.

  • Seledri (Celleri), seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan. Seledri adalah tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Sebagai sayuran, daun, tangkai daun, dan umbi sebagai campuran sup. Daun juga dipakai sebagai lalap, atau dipotong kecil-kecil lalu ditaburkan di atas sup bakso, soto, macam-macam sup lainnya, atau juga bubur ayam.

Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan:

  • Seledri daun atau seledri iris (graveolens Kelompok secalinum), yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan Indonesia.
  • Seledri tangkai (graveolens Kelompok dulce), yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen salad.
  • Seledri umbi (graveolens Kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya digunakan dalam sup, dibuat semur, atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.
  • Daun kucai (chives), kucai (Allium tuberosum Rottler ex Spreng. Dan ramosus), atau bawang kucai serta daun kucai, dikenal sebagai sayuran daun dan biasa disajikan dalam irisan kecil-kecil. Kucai tidak terlalu sering dipakai dalam menu Indonesia. Penggunaannya umum dalam masakan dengan pengaruh Tiongkok, seperti bubur ayam. Pada budaya boga Tiongkok dan Jepang, kucai merupakan bahan campuran isi Jiaozi (Gyōza). Kucai berdaun pipih dan bunganya berwarna putih. Kucai berbeda dengan lokio (“bawang batak”, A. Chinense), A. schoenoprasum L (chives), yang berdaun silinder (gilig) dan berongga. Aroma kucai lebih dekat ke bawang putih daripada lokio, sehingga dalam bahasa inggris disebut garlic-chives dan dalam bahasa Jerman disebut Knoblauch-Schniittlauch. Daunnya beraroma tajam dan pekat namun berbeda dengan aroma daun prei (A. porrum) maupun daun bawang (A. cepa, A. fistulosum, A. ascalonium). Bunga kucai dapat digunakanpula sebagai rempah penyedap. Daun kucai berbentuk hampir menyerupai bawang prey, setiap bonggol terdiri dari beberapa helai daun. Daun kucai lebih kecil jika disbanding bawang prey, berbentuk panjang, tipis dan mempunyai aroma yang khas.
  1. Bumbu dari batang
  • Kayu manis (Cinnamon), kulit manis atau lebih dikenal dengan nama yang kurang tepat kayu manis (Cinnamomum verum, synonym C. zeylanicum) ialah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Orang biasanya menggunakan rempah-rempah ke dalam makanan yang dibakar manis, anggur panas. Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab perjanjian lama. Kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung dan perut kembung. Kayu manis banyak dijumpai pada makanan penutup seperti setup buah, tiramisu, dan kue basah. Kayu manis mengandung 1% minyak, berbau sedap dan keras, berwarna coklat dan rasanya manis agak tajam.
  • Kulit kasia (Casea)
  • Sereh, serai atau sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan. Tanaman sereh dapat ditanam dihalaman sendiri sebagai kitchen garden. Batang bawah sereh berbentuk bulat, daun bagian atas pipih dan berwarna hijau. Sereh digunakan sebagai pemberi rasa dan aroma pada masakan. Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak serai dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya.
  • Kayu secang, secang atau sepang (Caesalpinia sappan L.) adalah pohon anggota suku polong-polongan (Fabaceae) yang dimanfaatkan pepagan (kulit kayu) dan kayunya sebagai komoditi perdagangan rempah-rempah.
  1. Bumbu dari akar
  • Jahe

Jahe merupakan bumbu masakan khas Asia. Umbi akar ini memberikan sensasi rasa hangat dan segar pada masakan. Cukup tambahkan sedikit potongan jahe yang dimemarkan untuk menghilangkan amis pada daging panggang dan ikan.

  • Lengkuas

Lengkuas merupakan bonggol tanaman yang berdaun pipih dan panjang. Laos berwarna putih kemerah-merahan, rasanya pedas dan tajam, seratnya agak kasar. Kegunaan laos biasanya untuk bahan baku jamu dan untuk member aroma dan rasa pada masakan.

  • Kunyit

Kunyi tyang diambil adalah dari akar yang membesar yang dapat dipanen kurang lebih 6 bulan lamanya dari mulai ditanam. Kunyit biasa digunakan untuk pengawet makanan, pemberi warna kuning pada makanan dan bahan baku jamu.

  • Kencur

Kencur merupakan bonggol akar dari tanaman yang berdaun pipih dan bulat. Kencur memiliki warna daging yang putih, berserat halus, dan rasa agak pedas. Kegunaan kencur untuk bahan baku jamu, merangsang nafsu makan dan untuk mengobati gatal pada tenggorokan.

  1. Bumbu dari umbi lapis
  • Bawang merah (Shallot)

Bentuk bawang merah dari Italia ialah oval, rasa pedas segar, kadang-kadang manis. Apabila dibiarkan pada udara terbuka akan berasa pahit, bentuknya bulat kecil cocok untuk acar, direbus dan dihidangkan dengan sauce.

  • Bawang Bombay (Onion)

Bawang bombay merupakan raja dari segala bawang karena ukuran yang besar, rasa yang dominan bertahan lama. Bawang bombay tetap segar karena tahan air, lapisan umbinya lebih besar dan tebal, rasanya tidak setajam bawang merah dan banyak mengandung air. Bawang bombay dipakai dalam berbagai macam masakan seperti sandwich, hamburger, canapé, masakan Cina, Arab dan India.

  • Bawang putih (Garlic)

Bawang putih merupakan sebuah buhul bawang yang terdiri dari beberapa buah bawang putih yang mengelilingi seperti poros, bau dan rasanya lebih tajam disbanding dengan bawang merah. Bawang putih digunakan untuk acar bawang dan banyak dipakai dalam masakan Spanyol dan Oriental.

  • Bawang pre (leek)

Macam-macam Bumbu

  1. Bumbu segar

Bahan atau bumbu yang digunakan dalam keadaan segar dan penyimpananya relatif singkat, contoh : bawang merah, bawang putih, kunyit.

  1. Bumbu kering

Bahan atau bumbu yang digunakan dalam keadaan kering dan jenis bumbu ini disebut rempah-rempah atau spices.

  1. Bumbu buatan

Bumbu siap pakai, yang telah diproses sebelumnya contohnya garam, cuka, MSG, terasi, aneka kecap, aneka saus dan essens.

  1. Bumbu dasar

Ramuan bumbu yang umum dipakai di dapur Indonesia. Mulai dari bumbu dasar merah, bumbu dasar kuning hingga sambal dan bumbu dasar kuning.

  • Bumbu merah

Bumbu dasar merah terbuat dari garam, bawang putih, bawang merah, dan cabe. Rendang dan olahan balado merupakan contoh masakan yang memakai bumbu merah.

  • Bumbu putih

Bumbu dasar putih terbuat dari garam, bawang putih, bawang merah dan kemiri. Biasanya, bumbu dasar putih dipakai untuk membuat opor, tumis-tumisan, dan nasi goreng kampung.

  • Bumbu kuning

Bumbu dasar kuning merupakan campuran garam, bawang putih, bawang merah, kemiri dan kunyit. Biasanya dipakai untuk membuat soto ayam, acar kuning dan sebagainya.

  1. Fungsi

Fungsi bumbu dan rempah dalam pengolahan makanan, antara lain sebagai berikut:

  • Memberi rasa, aroma dan warna pada makanan.
  • Meningkatkan selera makan, karena pencampuran yang harmonis antara rasa asli dari bahan dan rasa bumbu akan menghasilkan rasa makanan yang enak dan lezat.
  • Menghasilkan hidangan yang bernilai gizi.
  • Membantu merangsang kelenjar pencernaan, karena bumbu yang ditambahkan pada makanan dapat merangsang usus untuk mencerna makanan menjadi lebih baik.
  • Beberapa bumbu dapat berfungsi sebagai bahan pengawet makanan, seperti asam, jeruk nipis, gula dan kunyit.
  • Memberi rasa hangat.
  1. Komposisi Kimia

Cinnamon:

Kalori: 6 c per sdt.

Manfaat: Excellent magnesium dan sumber zat besi yang baik, serat dan kalsium. Kayu manis juga terbukti anti-inflamasi, meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan tingkat metabolisme, membantu mengontrol dan mengatur gula darah, dan memiliki efek anti-mikroba (mengurangi pertumbuhan bakteri dalam makanan).

Bawang putih bubuk, cincang atau cincang:

Kalori: 9 c per sdt.

Manfaat: sumber baik dari magnesium, sumber vitamin B6 dan C dan sumber yang baik dari triptofan, selenium, kalsium, fosfor, vitamin B1, tembaga, dan protein. Menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah, bertindak sebagai anti-inflamasi, meningkatkan kesehatan jantung, merupakan antioksidan yang sangat baik, adalah, antivirus dan antibakteri dan membantu tubuh memetabolisme zat besi. Beberapa studi menunjukkan bawang putih juga dapat membantu mencegah sel-sel lemak dari pembentukan.

Oregano:

Kalori: 6 c per sdt.

Manfaat: sumber baik dari sumber vitamin K. Besar magnesium, zat besi, serat dan omega 3 asam lemak. Sumber kalsium yang baik, vitamin A dan vitamin C. Di atas menjadi oregano kaya nutrisi juga merupakan antibakteri dan antioksidan yang sangat baik.

Jahe:

Kalori: 6 c per sdt.

Manfaat: sumber yang baik dari magnesium, kalium, tembaga, vitamin B6 dan mangan. Mengurangi mabuk laut atau mual, membantu dengan gangguan pencernaan, bertindak sebagai sangat baik anti-inflamasi dan dapat membantu dengan arthritis, menghambat pertumbuhan sel-sel kanker tertentu termasuk ovarium, meningkatkan fungsi kekebalan dan meningkatkan berkeringat.

Kunyit:

Kalori: 8 c per sdt.

Manfaat:. Sumber baik dari mangan dan besi, sumber vitamin B6, serat makanan dan kalium Kunyit adalah bertenaga tinggi anti-inflamasi, menghambat pertumbuhan sel kanker, meningkatkan fungsi hati, menurunkan kolesterol, dan dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer.

Basil:

Kalori: fresh 3 c per 4 sdt. dikeringkan 2 c per sdt.

Manfaat: sumber baik vitamin K (lebih segar), sumber zat besi, kalsium dan vitamin A, sumber yang baik serat, magnesium, mangan, vitamin C dan potasium. Basil adalah struktur sel anti-inflamasi dan anti-bakteri serta melindungi dari mutasi dan mempromosikan kesehatan jantung.

Parsley:

Kalori: 1 sdt per c.

Manfaat: sumber baik vitamin A, C, dan K, sumber zat besi dan folat. Parsley bekerja untuk menetralkan karsinogen dalam tubuh mencegah tumor. Ini juga merupakan anti oksidan kuat-, meningkatkan kesehatan jantung, dan dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker dan arthritis.

Cardamom:

Kalori: 6 c per sdt.

Manfaat: Sumber besar dari magnesium, serat, dan zat besi, sumber yang baik dari seng, kalsium, vitamin C, dan kalium. Kapulaga mendetoksifikasi tubuh, meningkatkan ginjal, kandung kemih, dan fungsi pencernaan serta sirkulasi, dapat mengurangi gas dan gejala asma, merangsang nafsu makan, dapat membantu dengan refluks asam dan dikatakan untuk meningkatkan halitosis atau sangat buruk bernapas.

Chili bubuk:

Kalori: 8 c per sdt.

Manfaat: sumber yang sangat baik dari vitamin A dan C, dan serat sumber, makanan yang baik kalium dan zat besi. Bubuk cabai meningkatkan sirkulasi, membersihkan kemacetan, peradangan perkelahian, bertindak sebagai pereda nyeri, menurunkan kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mengobati jenis kanker tertentu, mencegah bisul, metabolisme kecepatan secara signifikan membantu dalam penurunan berat badan dan menurunkan risiko diabetes. Rempah-rempah lainnya mengandung capsicum seperti bubuk cabe seperti cabe merah, cabe dan rempah-rempah lada lainnya berbasis memiliki manfaat serupa.

Paprika:

Kalori: 6 c per sdt

Manfaat: sumber baik dari serat makanan, vitamin A, C, K, dan E, Riboflavin, Niacin, Vitamin B6, Besi dan Kalium. Baik sumber thiamin, magnesium, fosfor, tembaga dan mangan. Paprika juga mengandung capsicum dan sebagainya mencerminkan manfaat kesehatan dari cabai bubuk (lihat di atas) sementara presentasi profil nutrisi yang berbeda.

Thyme:

Kalori: ground 4 c per sdt kering 7 c per sdt segar 10 ¼ c per cangkir

Manfaat: thyme kering merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin K dan sumber zat besi yang baik, serat kalsium, makanan dan magnesium. Thyme segar merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin C. Thyme juga bertindak sebagai pengawet dengan efek antimikroba serta membantu meningkatkan kesehatan otak bertindak sebagai pelindung sel dan antioksidan.

Bawang bubuk, cincang atau cincang:

Kalori: 8 c per sdt.

Manfaat: sumber baik dari kromium, vitamin C dan serat makanan, sumber vitamin B6, mangan, folat, molibdenum, triptofan, fosfor, tembaga dan kalsium. Bawang dalam berbagai bentuknya juga meningkatkan kesehatan jantung, mendukung kesehatan jaringan tulang dan ikat, adalah anti-inflamasi, antibakteri, bisa mencegah beberapa jenis kanker dan dalam studi hewan membantu mengatur kadar gula darah.

  1. Standar Mutu

Tinggi rendahnya kualitas bumbu dan rempah ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:

  • Nilai gizi
  • Kesegaran
  • Warna
  • Aroma
  • Kekeringan
  • Tidak berserangga
  • Keutuhan dari bumbu atau rempah
    • Bahan dalam keadaan segar, bersih dan tidak ada serangan hama.
    • Tidak ada tanda “ serangan jamur. Keriput, bercak” putih, hitam dan coklat.
    • Untuk rempah “ tidak mengandung kutu atau kotoran”.
    • Aroma rempah harus wangi dan segar.
    • Sewaktu diambil bahan bumbu dan rempah harus memiliki derajat kematangan yang cukup.
  1. Hasil Olah
    • Sebagai obat Tradisional
    • Sebagai Jamu
    • Sebagai penambah aroma pada makanan
    • Sebagai penambah rasa pada makanan
    • Berbaagai jenis minuman penghangat tubuh
    • Campuran sabun dan parfum
    • Obat sakit gigi
    • Diolah tepung

Pengawetan hasil olahan

–        Disimpan dalam tempat dingin dan kedap udara

–        Dikeringkan

–        Dibekukan

–        Diasinkan

Tuesday, September 08th, 2015 | Author:

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Category: Uncategorized  | 2 Comments